Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah

 

Sebuah serita dari buku karang Abbas Asisi

Suatu ketika saya pergi bersama seorang teman untuk mendaftarkan adik

perempuannya ke sebuah akademi perawat di Iskandaria. Di sana kami menyerah-kan

semua berkas kepada seorang karyawati bahagian pendaftaran. Kami mendapat

pelayanan yang baik. Setelah memeriksa berkas-berkas itu ia lalu menunjukkan

syarat-syarat yang harus dilengkapi, dengan penuh sopan santun.

Ketika pulang, teman saya ini bertanya tentang keahlian karyawati yang telah

melayani dengan baik tadi. Lalu saya katakan kepadanya, "Menurut saya keahlian-nya

terletak pada akhlaknya yang lembut!" Inilah keahlian hakiki yang dapat

menyelesaikan segala tantangan, dan ini lebih utama daripada ijazah dan keahlian.

 

Kemuliaan:

Demi-kianlah Allah berseru,

"Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia"(Al-Baqarah:83)

“Dan katakanlah kepada hamba-bamba-Ku, 'Hendak-lah mereka mengucapkan

perkataan yang lebih baik (benar)’”.(Al-Isra’:53)

 

Rasul SAW sangat memahami sisi mi sehingga beliau berdoa,

"Ya Allah

berilah 'izzah (tinggikan) Islam ini dengan masuknya salah satu dari dua Umar yakni

Umar bin Hisyam (nama asli Abu Jahal, edt.) atau Umar bin Khathab."

Keduanya adalah musuh utama dakwah sewaktu Islam muncul pertama kali di Makkah

 

Pengetahuan:

Utsman bin Affan ra. sangat memahami tipudaya Yahudi yang dapat

menaklukkan dunia itu. Ketika menjadi khalifah, beliau menjumpai seorang Yahudi di

Madinah, yang menyimpan sumur penampung air. Ia menguasai sumur itu, yang

airnya dijual kepada kaum muslimin. Maka khalifah menawar kepada Yahudi agar

menjual sumur itu kepadanya, untuk disedekahkan kepada kaum muslimin. Tetapi si

Yahudi itu menolak tawaran khalifah. Kemudian khalifah mengatakan, "Juallah

sebagian sumur mi padaku, yakm kamu meng-ambil air sehari dan saya juga

mengambil air sehan!" Akhirnya Yahudi itu setuju. Khalifah berkata, "Kaum

muslimin berhak mengambil air secukupnya pada hari giliranku. Pada saat giliranmu

mereka tidak akan mem-belinya sedikit pun!" Setelah beberapa hari, ia merasa

tertekan kerana embargo kaum muslimin kepadanya. Maka tidak ada alternatif lain kecuali ia harus menjual bagiannya kepada Khalifah

 

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik,

dan bantahlah mereka dengan cara yang (lebih) baik. Sesungguhnya Tuhanmu,

Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dialah

yang lebih mengetahui orang-orangyang mendapat petunjuk." (An-Nahl: 125)

 

                                                      

Tinggalkan Balasan