HALAQOH : AMALAN JAMA’I

 

HALAQOH LEMBAGA KMMP

 

KAMIS, 7 JUNI 2012

TEMA              : AMALAN JAMA’I

PEMATERI       : USTADZ LUKMAN

 

“Persatuan islam bukanlah sebuah mimpi, tapi sebuah cita-cita yang suatu saat nanti pasti terlaksana atas ridhoNya”

Jikalau kita mencoba mendalami dan kembali kepada sejarah di masa-masa nabi, tepatnya d masa-masa antara nabi isa dan nabi Muhammad, menurut sebuah riwayat, jarak di anatara kedua utusan Allah itu sekitar 7 abad. Kurun waktu yang begitu lama tersebut ternyata membawa sebuah dampak bagi umat manusia pada waktu itu. Mereka yang pada awalnya sudah dapat ternaungi oleh islam, lama-kelamaaan perilaku dan sifatnya bergeser kembali ke masa-masa jahiliyah.

Dengan merenungkan cerita di atas, sudah sepantasnya kita melihat kurun waktu sekarang, di mana banyak sekali pergeseran-pergeseran yang seringkali tidak kita sadari. Sebuah kebaikan jika pergeseran itu membuat kita semakin dekat dengan Illah, namun alangkah meruginya jika pergeseran-pergeseran yang terjadi ini justru semakin menjauhkan diri kita dar Allah, Tuhan Semseta Alam.

Oleh sebab itu, sudah saatnya kita senantasa bermuhasabah diri dengan apa yang telah dan akan kita lakukan. Dengan muhasabah diri, diharapkan kita dapat senantiasa mendekatkan diri dari Allah.

***

Apakah itu amalan jama’i?

Jika kita membicarakan pengertian amalan jama’I, ada tiga kunci yang menjadi landasan utama pengertian dari amalan jama’I, yaitu :

  1. Sebuah amalan yang dikerjakan secara bersama-sama
  2. Terorganisir
  3. Berlandasakan pada kesepakatan/musyawarah/syuro

Dalam sebuah amalan jama’I ada beberapa hal yang harus ada keberadaannya, yaitu :

  1. Pemimpin
  2. Yang dipimpin
  3. Manhaj/landasan

Seorang pemimpin yang baik adalah seorang yang mampu mengkoordinir para jundinya,

Ketika seorang jundi mendapatkan sebuah amanah yang bukan spesifkasinya, maka harus ada pembelajaran sehingga para jundi tidak akan menolak dengan amanah yang akan diberikan.

Seorang jundi yang baik adalah yang mampu memahami tugas yang diberikan oleh pemimpinnya., namun bukan berarti hal ini membuat sang pemimpin dapat bertindak semena-mena, karena tetap dasar dari kegiatan amalan jama’I adalah Quran dan sunnah.

Ada sebuah hubungan timbale balik antara seorang pemimpin dengan yang dipimpin.

Sebuah amalan jama’I juga harus berlandasakan pada suatu manhaj. Ketika sebuah kelompok telah menyepakati sesuatu, maka setiap anggota dalam syuro maupun musyawarah itu harus wajib melaksanakan hasil kesepakatan syuro.

Di zaman sekarang, banyak sekali bermunculan perbedaan pendapat di dalam sebuah kegiatan dakwah, sehingga orientasi yang seharuasnya terfokus pada ajaran islam justru bergeser menjadi ajang perlombaan untuk menjadi ormas islam terbaik. Oleh karena itulah, menjadi kewajiban kita adalah mempersatukan beberapa perbedaan itu dengan amalan jama’i.  Dengan amalan-jama’I diharapkan maksud dan tujuan dakwah yang sebenarnya dapat dikembalikan lagi.

Bagamana bias amalan jama’imempersatukan umat islam?

Sebuah hadits :

Umat nabi Muhammad akan mengalami lima fase

  1. Fase Kenabian
  2. Fase khulafaur rosyidin
  3. Fasekerajaan-kerajaan islam (mulai goyah)
  4. Fase dikatator (syariat islam tidak ada sama sekali)
  5. Fase Kehdupan setelah mati (syariat islam akan muncul lagi)

(H.R Imam Ahmad)

Sebuah riwayat lain mengatakan bahwa di hari akhir nanti ada 7 golongan dan satu-satunya golongan yang masuk surge adalah ahli sunnah wal jamaah. TItik utama dari beberapa hadits dan riwayat ini adalah bahwasanya orang yang masuk golongan ahli sunnah wal jamaah berpegang teguh pada al quran, sunnah, ijma.

Cara mempesatukannya adalah kembali lagi kepada Al Quran dan as sunnah. Lalu? Ada d fase manakah kita?

Jelas, kita sedang berada di fase ke empat. Di mana syariat islam hamper dan bahkan tidak ada sama sekali.

Pertanyaannya :

Apakah kita adalah bagian-bagian dari orang yang akan menuju kebahagiaan setelah mati?

 

======================================================================================

Referensi :

Etika Jamaah

Paradigma Baru Dakwah Kampus

 

Tinggalkan Balasan