Kabar dari Gaza

1
« 1 dari 8 »

Jumat, 30 Maret 2018 menjadi kebanggaan yang melambung bagi ribuan warga Gaza di Palestina. Belasan sampai puluhan ribu pasang mata tampak padat, riuh, menumpuk di sepanjang garis perbatasan yang memisahkan Gaza dan Israel. Anak muda, si bapak, si ibu, kakek, bahkan sampai si balita yang masih merah, digendong ikut turun tang an meluapkan aksi.  

Hari Jumat (30/3), kepalan ribuan tangan warga Gaza ke langit menjadi pertanda, bahwa aksi sudah dimulai. Bergema tagar di seantero Gaza, #GreatReturnMarch, Hari Kembalinya Tanah Palestina, atau Al Awdah March.

Tentang Al Awdah March atau The Great March of Return , mulai Jumat, 30 Maret 2018, sampai sekira enam pekan ke depan, demonstrasi besar tengah berlangsung sepanjang hari tanpa henti. Aksi dilakukan serentak di sepanjang perbatasan Israel dan Gaza. Protes ribuan warga Gaza dalam aksi ini mengerucut pada satu tuntutan penting, yakni kembalinya hak warga Palestina atas rumah dan tanah mereka yang kini dijajah secara terang-terangan oleh Israel.

Mereka, ribuan warga Gaza yang tergabung dalam aksi besar ini pun menyebutnya sebagai Land Day. Tanggal 30 Maret telah menjadi hari simbolis yang selalu diingat. Di mana di tanggal itu, tahun 1976 lalu terjadi sebuah peristiwa penting.Tanggal 30 Maret, 42 tahun silam, enam orang Arab – warga Israel yang mendukung Palestina – dibunuh oleh militer Israel. Pembunuhan itu terjadi dalam sebuah demonstrasi atas pencaplokan Israel terhadap tanah Palestina.

Aksi jangka panjang, paling akbar di Gaza ini akan dijalankan sepanjang enam pekan ke depan, dimulai sejak Jumat 30 Maret hingga berakhir pada 15 Mei atau di puncak hari yang dikenal dengan “Nakba” atau “Malapetaka”. Nakba Day, enam pekan ke depan pun menjadi peringatan penting, di mana di hari itu penanda terusirnya ratusan ribu jiwa warga Palestina atas tanah mereka yang dicaplok Israel, tahun 1948 silam.

Hari Jum’at, 6 April 2018, ribuan warga berdatangan sejak pagi ke kemah kepulangan, untuk berpartisipasi dalam ‘Jumat Ban’, bersamaan dengan pekan kedua aksi damai ‘Kembali ke Palestina’ yang Terjajah, kutip PIC.Ribuan demonstran menunaikan shalat Jumat di sejumlah kemah kepulangan di sepanjang perbatasan Gaza.

Di sepanjang perbatasan Gaza Timur, nampak terlihat kobaran api, yang bersumber dari ban-ban yang dibakar, untuk menghalangi penglihatan sniper, dan menyelamatkan para demonstran damai dari sniper Zionis.Tim pemadam kebakaran Zionis berupaya memadamkan kobaran api yang meluas di sepanjang perbatasan Gaza Timur.

Sebelum aksi dimulai, ribuan demonstran berkonsentrasi di kemah kepulangan, Gaza Timur, para pemuda mulai membakar ban mobil dekat perbatasan, dan pembakaran ribuan ban dilakukan usai shalat Jumat dalam rangkaian aksi ‘Jumat Ban’.Para pemuda Palestina meletakan ban-ban mobil yang hendak dibakar di tempat yang telah ditentukan, sesuai rencana, untuk membantu pergerakan di lapangan saat mulai dibakar.

Sementara itu pasukan Israel menebarkan para sniper  dan kekuatannya di dalam pagar perbatasan di belakang pembatas pasir, dan nampak mobil berisi tangki air, untuk mengantisipasi kobaran api yang mungkin meluas ke permukiman seberang Gaza, akibat pembakaran ban.

Meski ancaman datang, para demonstran Palestina tetap teguh menuju kemah kepulangan di sepanjang perbatasan Timur Gaza.Juru bicara Hamas, Hazim Qasim menyatakan, ancaman Zionis tak akan membuat takut warga Palestina, kami tetap akan melanjutkan perjuangan melawan upaya pembersihan etnis dan blokade Gaza, untuk mengembalikan hak dan meraih kemuliaan hidup.

Sampai dengan hari Sabtu, 9 April 2018 memasuki pekan kedua Aksi “The Great March of Return” data yang dihimpun mencatat sedikitnya sudah ada 29 warga Gaza yang syahid, wafat sepanjang dimulainya “The Great March of Return” sedangkan korban luka mencapai lebih dari 1600 orang, 46 dari mereka mengalami luka serius.

 

Sumber:

https://act.id/news/detail/aksi-damai-dibalas-peluru-sudah-16-warga-gaza-syahid

https://www.hidayatullah.com/berita/palestina-terkini/read/2018/04/06/139934/warga-palestina-gelar-aksi-jumat-ban-jumlah-syuhada-tambah-22-orang.html

Tinggalkan Balasan